oleh

Tekan Penyebaran Covid-19 Pemko Pekanbaru Laksanakan Vaksinasi Massal dan PPKM

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus berupaya menekan sebaran wabah Covid-19. Berbagai langkah yang diambil diantaranya melaksanakan vaksinasi secara massal dan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Walikota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, S.T., M.T menyebutkan pelaksanaan vaksinasi massal dan PPKM telah sesuai arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Menteri Kesehatan, serta Tim Covid Nasional.

“Jadi untuk menekan covid sesuai arahan bapak presiden, menteri kesehatan, tim covid nasional, dan wakapolri, pertama yang kita lakukan penguatan penjagaan di lingkungan dengan pos PPKM,” ungkapnya, Senin (24/5).

Baca Juga  KNPI Depok Siapkan 2.000 Dosis Vaksin untuk Vaksinasi Massal

Untuk pos PPKM baik yang ada di tingkat kelurahan maupun kecamatan, kata walikota, mesti dihidupkan. Pos ini juga berfungsi guna memberikan edukasi kepada warga tentang penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Kita harus berikan edukasi dan pemahaman (kepada warga) bahwa saat ini kita harus bersama-sama dalam menekan penularan covid ini,” ucapnya.

Baca Juga  Wapres Ma'ruf Amin: Pentingnya Peningkatan Literasi Masyarakat Mengenai Wisata Halal

Menurut walikota, edukasi mesti ditingkatkan mengingat masih ada di antara warga yang tidak disipilin dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal itu diharapkan bisa meminimalisir sebaran wabah khususnya di rumah tangga.

“Karena penularan covid saat ini banyak terjadi di klaster rumah tangga. Untuk itu, protokol kesehatan di rumah tangga harus selalu kita terapkan,” pintanya.

Baca Juga  Bansos Tetap Jalan, Untuk Vaksin Muhadjir Pastikan Kajian Telah Selesai

Kemudian langkah kedua berupa vaksinasi secara massal. Ditargetkan, sebanyak 650 hingga 700 ribu warga Kota Bertuah yang masuk dalam daftar wajib vaksin, semuanya telah disuntik vaksin sebelum akhir Desember mendatang.

“Maka kita harus melakukan percepatan-percepatan dengan vaksinasi massal. Kalau hanya dilakukan secara reguler di rumah sakit dan puskesmas yang telah ditunjuk, ini tidak akan tercapai sampai akhir Desember,” tutupnya. (*/cr1)

Sumber: pekanbaru.go.id

News Feed